Rabu, 10 Juni 2015

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA


MAKALAH
EKONOMI MIKRO
 








PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

STIE AMKOP
MAKASSAR


ARDI NURDIN
13 01 069







KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berisikan pembahasan singkat tentang Masalah-masalah yang dihadapi oleh pedagang dalam pasar persaingan sempurna.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Makassar, Oktober 2013
Ardi Nurdin
                       



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                                       2
DAFTAR ISI                                                                                                                       3                                                                                 
BAB     1          PENDAHULUAN                                                                                           4
                        BIOGRAFI RESPONDEN                                                                                5
BAB     2          PERMASALAHAN                                                                                         7
A.      Permasalahan Umum                                                                             7
B.      Permasalahan Khusus                                                                            8
BAB     3          PEMBAHASAN                                                                                              10
A.      Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna                                                    10
B.      Permintaan (Demand)                                                                            14
C.      Penawaran (Supply)                                                                               16
BAB     4          PENUTUP (KESIMPULAN)                                                                         18
                        Daftar Pustaka                                                                                            20


BAB I
A.          PENDAHULUAN
            Ilmu ekonomi ada ilmu alam yang semua orang pasti akan mempelajarinya secara langsung maupun secara tidak langsung. Yaitu melelui proses kehidupan itu sendiri, setiap makhluk pasti akan mengalami seluruh proses kegiatan ekonomi, seperti konsumsi, produksi, maupun distribusi.
            Makalah ini dibuat untuk memberi bekal sekadarnya tentang ilmu ekonomi dalam pasar persaingan sempurna melalui proses penelitian dan tanya jawab secara langsung dengan responden yaitu penjual maupun pembeli. Seluruh materi tersebut diambil dan diteliti berdasarkan permasalahan dan pemecahan masalah dari perdagangan di pasar persaingan sempurna.
            Demikianlah sedikit uraian materi pada makalah ini. Selamat belajar. Jadikanlah sedikit materi ini sebagai ilmu yang bermanfaat di kehidupan kita. Wassalam.






B.          LATAR BELAKANG
Biografi Responden
            Abdul Kadir dan Hamidah adalah pasangan suami istri penjual jilbab, manset, dan perlengkapan kerudung muslimah lainnya. Abdul Kadir atau biasa dipanggil Kadir dan istrinya Hamida atau Mida adalah responden yang saya kunjungi di Makassar Mall atau yang lebih familiar disebut Pasar Sentral. Abdul Kadir dan Hamida memiliki tiga orang anak, anak pertama sekarang duduk di kelas 2 SMK, anak kedua duduk di kelas 2 SMP, dan anak ketiga duduk di kelas 4 SD.
            Abdul Kadir memulai bisnis sebagai pedagang di pasar saat masih bujang, kira-kira tahun 1997 sebagai tukang reparasi jam, kemudian menjadi penyepuh emas, lalu menjual kaos kaki dan topi. Seiring berjalannya waktu, sesuai konsep pasar persaingan sempurna, beliau melihat peluang usaha baru yang menguntungkan yaitu penjualan jilbab dan perlengkapan muslimah lainnya. Di pasar persaingan sempurna, produk atau barang yang diperdagangkan akan relatif sama dengan pedagang lainnya dan dengan harga juga hampir sama. Tapi itu tidak mengurungkan niatnya untuk menjual produk yang sama, karena walaupun produknya sama dan harganya pun sama. Allah juga yang mengatur rejeki umatnya, tanpa konsep ekonomi.
            Kenapa saya memilih Abdul Kadir dan Hamida sebagai responden saya, karena saya merasa mereka adalah orang yang tepat untuk menjadi sumber penelitian pada tugas yang diberikan oleh Bapak Dosen. Responden sendiri adalah kerabat dekat saya, yaitu kakak kandung saya.
            Berdasarkan pada acuan tugas dari dosen, kami ditugaskan untuk mencari permasalahan yang dihadapi oleh responden dalam memasarkan produk yang dijual dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut dengan berdasarkan ilmu ekonomi.
            Demikian sedikit ulasan tentang latar belakang dan materi yang akan dibahas pada makalah ini. Selamat belajar. Jadikanlah sedikit materi ini sebagai ilmu yang bermanfaat di kehidupan kita. Wassalam














BAB II
PERMASALAHAN
A.            Permasalahan Umum (Pasar Persaingan Sempurna)
Berdasarkan latar belakang yang telah dituliskan di atas, dapat diketahui bahwa masalah lingkungan di sini adalah masalah umum dalam sistem pasar persaingan sempurna. Yaitu masalah persamaan produk dan persamaan harga dengan banyak pesaing atau pedagang lain yang menjual produk yang sama.
Pada pasar ini, permintaan dan penawaran bergerak secara leluasa. Karena dalam pasar ini terdapat banyak penjual dan pembeli. Sehingga harga yang terbentuk dikarenakan keinginan produsen dan konsumen. Karena permintaan mencerminkan Konsumen dan Penawaran mencerminkan Produsen.
Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual dan pembeli. Artinya jumlah penjual dan pembeli sama-sama banyak, maka harga tidak bisa dipengaruhi oleh satu penjual atau pembeli saja. Sehingga penjual dan pembeli telah menerima tingkat harga yang terbentuk didalam pasar sebagai suatu dantum atau fakta yang tidak dapat diubah.
Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan harga, ia akan rugi sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya.
Dari permasalahan di atas, pedangan tersebut membuat solusi sendiri, yaitu :
1.      Menambahkan jenis barang dagangan seperti aksesoris penunjang sesuai jenis dagangan yaitu, manset, kerudung, dan aksesoris lainnya.
2.      Memperbanyak jenis dagangan agar pembeli akan lebih mudah mendapatkan barang yang diinginkan,  tanpa mencari lagi ke pedagang lain.
3.      Membina hubungan baik dengan para pembeli. Ini adalah cara paling efektif, karena dengan membina hubungan baik dengan pembeli, maka pembeli akan senang untuk datang kembali dan mungkin akan memperkenalkan kita dengan calon pembeli baru.

B.            Permasalahan Khusus (Permasalahan Lingkungan dan Tata Letak Kios)
Setelah membahas permasalahan dalam pasar persaingan sempurna di atas. Berikut juga ada permasalahan khusus, yaitu permasalahan lingkungan dan tata letak kios.
Masalah lingkungan dan tata letak kios adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh pedagang di pasar. Masalah lingkungan berupa masalah cuaca dan masalah tata letak kios yang kurang bagus. Masalah cuaca sangat berpengaruh, apalagi pada saat cuaca hujan seperti pada saat ini.
Pada saat cuaca hujan, para pembeli akan berpikir dua kali untuk menuju ke pasar untuk berbelanja. Hal ini menyababkan berkurangnya permintaan barang kepada pedagang di pasar. Namun, untuk hal cuaca adalah urusan Tuhan. Begitu pula rejeki manusia.
Mengacu pada cuaca dan rejeki adalah urusan Tuhan, maka Abdul Kadir dan istrinya juga tidak pernah pesimis dalam hal rejeki. Walaupun juga diakui bahwa hujan pun mengurangi pendapatan mereka.
Tata letak lokasi pun jadi hal yang penting. Karena tempat yang bagus dan strategis akan mudah untuk mengundang pembeli. Namun, letak kios dari Abdul Kadir tergolong kurang strategis dan jalanan di depan kios ada banyak lubang yang jika hujan maka air akan tergenang. Menurut penjual, hal tersebut adalah hal biasa. Jika pembeli sudah niat berbelanja di pasar berarti pembeli juga sudah siap dan tahu bahwa di pasar tersebut kadang becek dan kotor. Hal tersebut sebanding dengan keingina pembeli untuk membeli barang yang relatif murah dibanding berbelanja di toko atau di mall.













BAB III
PEMBAHASAN
Saran Untuk Mengatasi Masalah Yang Hadapi Abdul Kadir
            Berdasarkan pada pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang dihadapi di atas merupakan permasalahan pada pasar persaingan sempurna. Maka dari itu, akan saya jelaskan sedikit tentang pasar persaingan sempurna.

A.            Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
            Pasar persaingan sempurna dapat kita definisikan sebagai struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tertinggi (optimal) efisiensi. Dalam analisis ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah seperti itu, karena tidak mudah untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu ciri-cirinya, struktur pasar dari berbagai kegiatan di sektor pertanian.
            Adapun ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :
1.      Perusahaan adalah pengambil harga
Yang dimaksud tersebut adalah (price taker) yaitu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apapun tindakan perusahaan dalam pasar ia tidak akan menimbulkan perubahan atas harga yang berlaku di pasar, karena harga barang ditentukan oleh interaksi di antara keselluruhan produsen dan keseluruhan konsumen.
2.      Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Prosuden dapat masuk keluar sesuka perusahaan tersebut tanpa ada hambatan yang diterima perusahaan tersebut dengan kata lain free entry.
3.      Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan oleh satu produsen dengan yang lainnya hampir sama, bahkan sulit untuk dibedakan. Barang yang dihasilkan oleh satu produsen dengan produsen lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah idential atau homogenous. Karena barang tersebut sangat serupa maka konsumen sulit untuk membedakan. Barang yang dihasilkan merupakan pengganti sempurna kepada barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen yang lain. Akibatnya tidak ada gunanya menggunakan strategi bukan harga atau nonprice competition yaitu persaingan dengan menggunakan iklan atau promisi ini merupakan cara yang tidak efisien.
4.      Terdapat banyak perusahaan di Pasar
Karena banyak terdapat perusahaan maka perusahaan tidak dapat menentukan harga atau mengubah harga di dalam pasar. Sifat ini mempunyai dua aspek yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan perusahaan yang ada didalam pasar. Akibatnya yaitu sangat sedikti jumlah produksi dalam industri tersebut.
5.      Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar
Konsumen mengetahui pengetahuan yang sempurna mengenai pasar sempurna karena mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan atas harga tersebut. Akibatnya produsen tidak dapat menjual barang dagangannya kepada konsumen dengan harga tinggi.
Karakteristik pasar persaingan sempurna :
1.      Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
2.      Produk atau barang bersifat homogen/mirip.
3.      Kedudukan satu perusahaan dalam pasar sangat kecil sehingga tidak mampu mempengaruhi pasar (hanya sebagai Price Taker).
4.      Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi sempurna.
5.      Setiap perusahaan bebas keluar masuk pasar (industri).

Kekuatan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :
      Merupakan bentuk pasar yang ideal
      Perusahaan berproduksi pada skala yang efisien dengan harga produk paling murah
      Output maksimum
      Memberikan kemakmuran yang maksimal karena:
1.      Harga jual yang termurah
2.      Jumlah output paling banyak sehingga ratio output per penduduk maksimal
3.      Masyarakat merasa nyaman dan tidak takut ditipu karena informasi sempurna.
Adapun kelemahan pasar persaingan sempurna, yaitu :
      Kelemahan dalam hal asumsi
            Asumsi yang dipakai dalam pasar persaingan sempurna mustahil terwujud.
      Kelemahan dalam pengembangan teknologi
            Dalam jangka panjang perusahaan dapat laba normal sehingga apakah mungkin perusahaan dapat melakukan kegiatan riset.
      Konflik efisiensikeadilan

Dari beberapa penjelasan tentang pasar persaingan sempurna dan masalah yang dihadapi oleh para pedagang secara umum. Diketahui bahwa pasar persaingan sempurna memliki ciri-ciri, karakteristik, kekuatan, dan kelemahan. Maka dari itu, untuk memperoleh keuntungan maksimum di dalam pasar persaingan sempurna, ada dua hal yang harus diperhatikan :
  1. Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
2.      Hasil penjualan barang atau produk
Keuntungan maksimum dapat diperoleh apabila biaya produksi yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibanding harga jual barang. Hasil penjualan barang atau produk yang banyak sudah pasti juga akan meningkatkan jumlah keuntungan maksimum. Oleh karena itu, untuk memperoleh keuntungan maksimum adalah dengan cara menekan sekecil-kecilnya biaya produksi dan juga dengan meningkatkan hasil penjualan.

Demikianlah cara meningkatkan keuntungan dari sisi materi pasarpersaingan sempurna. Namun ada juga cara dari sisi materi ekonomi mikro yang telah saya pelajari, yaitu dari konsep permintaan (demand) dan penawaran (supply).

B.            PERMINTAAN (DEMAND)
Permintaan adalah keinginan yang disertai dengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli barang yang bersangkutan. Setiap orang boleh saja ingin kepada apapun yang diinginkannya, tetapi jika keinginannya itu tidak ditunjang oleh kesediaan serta kemampuan untuk membeli, keinginan itu pun hanya tinggal keinginan saja.
Hukum Permintaan
Hubungan terbalik antara harga dan kuantitas, dapat dijelaskan oleh keadaan :Hubungan anatar harga dan kuantitas yang diminta adalah berbanding terbalik (negatif). Jika harga naik, kuantitas yang diminta akan turun, dan begitu pula sebaliknya, hubungan yang demikian disebut dengan “Hukum Permintaan”.
 (1) jika harga suatu barang naik, konsumen akan mencari barang pengganti (subtitusi); (2) jika harga barang naik, pendapatan merupakan pembatas bagi konsumen, maka pembelian barang akan berkurang.
Kasus Pengecualian
            Ada tiga kasus dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku:
1.        Kasus Giffen
Penurunan harga barang X justru menyebabkan jumlah barang X yang diminta konsumen semakin berkurang. Hal ini disebabkan income effect yang negatif  bagi barang inferior yang sangat besar, sehingga subtitusi effect yang positif tidak dapat menutup income effect yang negatif tersebut.
2.        Kasus Spekulasi
Kenaikan harga barang justru akan diikuti kenaikan permintaan akan barang tersebut, karena mempuyai harapan kenaikan harga barang yang dibeli meningkat di masa yang akan datang.
3.        Kasus Barang-Barang Prestise
Semakin tinggi harga barang tersebut, semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen yang diperoleh atas naiknya unsur prestise. Contoh: permata, mobil mewah, barang koleksi, dan lain-lain.

1.        Barang Pengganti (subtitusi)     Kaitan barang yang satu dengan barang yang lain dibedakan atas tiga golongan:
Barang yang dapat menggantikan fungsi dari barang tersebut, seperti sepatu dengan sandal, daging sapi dengan ayam.
2.        Barang Pelengkap (komplemen)
Barang digunakan selalu bersama-sama dengan barang lainnya, seperti mobil dan ban mobil, raket dan bola tenes, kopi dan gula.
3.        Barang Netral
Apabila dua macam barangtidak memiliki kaitan yang dekat, maka perubahan permintaan salah satu barang tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya.

     Perubahan permintaan berlaku apabila pendapatan berubah, maka barang tersebut dapat dibedakan menjadi empat golongan:
1.        Barang Inferior
Barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Apabila pendapatan tinggi, maka permintaan barang inferior akan berkurang dan konsumen merubah pembeliannya dengan barang yang lebih baik. Misalnya konsumsi jagung diganti dengan beras super. Sepeda diganti dengan motor.
2.        Barang Esensial
Barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti kebutuhan pokok (beras, minyak goreng, gula, dan lain-lan).
3.        Barang Normal

4.       
Barang MewahBarang yang mengalami kenaikan permintaan apabila pendapatan konsumen naik, seperti perabot rumah tangga, pakaian, dan lain-lain.
Barang yang dibeli oleh konsumen yang berpendapatan relatif tinggi  setelah kebutuhan pokoknya terpenuhi, seperti emas, berlian ,mobil, itan dan lain-lain.
C.             PENAWARAN (SUPPLY)
Para penjual akan memilih jumlah barang yang ditawarkan  yang dapat memaksimumkan laba mereka. Para penjual harus bersedia dan mampu untuk menyediakan jumlah barang tersebut yang ditunjukkan oleh fungsi penawarannya.
Pengertian fungsi penawaran adalah suatu kurva atau skedul yang menunjukan hubungan antara kuantitas suatu barang yang ditawarkan pada berbangai tingkat harga, ceteris paribus. Sepanjang suatu kurva penawaran hanya harga dan kuantitas yang ditawarkan yang berubah-ubah.
Hukum Penawaran
Hubungan antar harga dan kuantitas yang ditawarkan adalah searah (positif). Jika harga naik, kuantitas yang ditawarkan semakin meningkat, hubungan yang demikian disebut “hukum penawaran”.
Makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang tersebut yang akan ditawarkan oleh para penjual, sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual.

            Berdasarkan materi konsep permintaan dan penawaran di atas, dapat diketahui bahwa dari hukum permintaan, “jika harga suatu barang naik, maka permintaan terhadap barang tersebut akan turun dan sebaliknya jika harga barang turun, maka permintaan akan naik”. Dari hukum penawaran, “jika harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat. Jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun”. Maka untuk meningkatkan keuntungan dari penjualan, ada cara, yaitu dengan cara menurunkan harga, namun tetap di atas biaya produksi dan dengan jumlah penjualan yang lebih banyak.


BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
            Dari materi-materi di atas,  dapat disimpulkan bahwa dari persoalan atau masalah yang dihadapi oleh pedagang di pasar. Seluruhnya dapat diselesaikan dengan teori ekonomi maupun ilmu umum yang diketahui oleh pedagang sendiri.
Dari permasalahan di atas, pedangan tersebut membuat solusi sendiri, yaitu :
1.      Menambahkan jenis barang dagangan seperti aksesoris penunjang sesuai jenis dagangan yaitu, manset, kerudung, dan aksesoris lainnya.
2.      Memperbanyak jenis dagangan agar pembeli akan lebih mudah mendapatkan barang yang diinginkan,  tanpa mencari lagi ke pedagang lain.
3.      Membina hubungan baik dengan para pembeli. Ini adalah cara paling efektif, karena dengan membina hubungan baik dengan pembeli, maka pembeli akan senang untuk datang kembali dan mungkin akan memperkenalkan kita dengan calon pembeli baru.

Solusi berdasarkan teori ekonomi antara lain :
A.      Teori pasar persaingan sempurna
untuk memperoleh keuntungan maksimum di dalam pasar persaingan sempurna, ada dua hal yang harus diperhatikan :
1.        Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
2.        Hasil penjualan barang atau produk
Keuntungan maksimum dapat diperoleh apabila biaya produksi yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibanding harga jual barang. Hasil penjualan barang atau produk yang banyak sudah pasti juga akan meningkatkan jumlah keuntungan maksimum. Oleh karena itu, untuk memperoleh keuntungan maksimum adalah dengan cara menekan sekecil-kecilnya biaya produksi dan juga dengan meningkatkan hasil penjualan.
B.      Teori permintaan dan penawaran
Berdasarkan materi konsep permintaan dan penawaran di atas, dapat diketahui bahwa dari hukum permintaan, “jika harga suatu barang naik, maka permintaan terhadap barang tersebut akan turun dan sebaliknya jika harga barang turun, maka permintaan akan naik”. Dari hukum penawaran, “jika harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat. Jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun”. Maka untuk meningkatkan keuntungan dari penjualan, ada cara, yaitu dengan cara menurunkan harga, namun tetap di atas biaya produksi dan dengan jumlah penjualan yang lebih banyak.




Daftar Pustaka
Sumarsono, Sonny. Permintaan dan Penawaran. Jakarta: Ekonomi Mikro
Fajar Buzz Blog. Makalah Pasar Persaingan Sempurna. 2014. Makassar
        http://fajarbuzz.wordpress.com/2013/04/02/makalah-pasar-persaingan-sempurna/
Kadir, Abdul (narasumber langsung). 2013. Makassar

Maulana, Nurul. Makalah Tugas Ekonomi Mikro. 2014. Makassar

Tidak ada komentar: