|
MAKALAH
EKONOMI MIKRO
|
PASAR
PERSAINGAN SEMPURNA
STIE
AMKOP
MAKASSAR
ARDI
NURDIN
13
01 069
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berisikan pembahasan singkat tentang Masalah-masalah yang dihadapi oleh pedagang
dalam pasar persaingan sempurna.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Makassar,
Oktober 2013
Ardi Nurdin
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR 2
DAFTAR
ISI 3
BAB 1 PENDAHULUAN 4
BIOGRAFI
RESPONDEN 5
BAB 2 PERMASALAHAN 7
A.
Permasalahan Umum 7
B.
Permasalahan Khusus 8
BAB 3 PEMBAHASAN 10
A.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna 10
B.
Permintaan (Demand) 14
C.
Penawaran (Supply) 16
BAB 4 PENUTUP
(KESIMPULAN) 18
Daftar
Pustaka 20
BAB I
A.
PENDAHULUAN
Ilmu ekonomi ada ilmu alam yang
semua orang pasti akan mempelajarinya secara langsung maupun secara tidak
langsung. Yaitu melelui proses kehidupan itu sendiri, setiap makhluk pasti akan
mengalami seluruh proses kegiatan ekonomi, seperti konsumsi, produksi, maupun
distribusi.
Makalah ini dibuat untuk memberi
bekal sekadarnya tentang ilmu ekonomi dalam pasar persaingan sempurna melalui
proses penelitian dan tanya jawab secara langsung dengan responden yaitu
penjual maupun pembeli. Seluruh
materi tersebut diambil dan diteliti berdasarkan permasalahan dan pemecahan
masalah dari perdagangan di pasar persaingan sempurna.
Demikianlah sedikit uraian materi
pada makalah ini. Selamat belajar. Jadikanlah sedikit materi ini sebagai ilmu
yang bermanfaat di kehidupan kita. Wassalam.
B.
LATAR BELAKANG
Biografi Responden
Abdul Kadir dan Hamidah adalah
pasangan suami istri penjual jilbab, manset, dan perlengkapan kerudung muslimah
lainnya. Abdul Kadir atau biasa dipanggil Kadir dan istrinya Hamida atau Mida
adalah responden yang saya kunjungi di Makassar Mall atau yang lebih familiar
disebut Pasar Sentral. Abdul Kadir dan Hamida memiliki tiga orang anak, anak
pertama sekarang duduk di kelas 2 SMK, anak kedua duduk di kelas 2 SMP, dan
anak ketiga duduk di kelas 4 SD.
Abdul Kadir memulai bisnis sebagai
pedagang di pasar saat masih bujang, kira-kira tahun 1997 sebagai tukang
reparasi jam, kemudian menjadi penyepuh emas, lalu menjual kaos kaki dan topi.
Seiring berjalannya waktu, sesuai konsep pasar persaingan sempurna, beliau
melihat peluang usaha baru yang menguntungkan yaitu penjualan jilbab dan
perlengkapan muslimah lainnya. Di pasar persaingan sempurna, produk atau barang
yang diperdagangkan akan relatif sama dengan pedagang lainnya dan dengan harga
juga hampir sama. Tapi itu tidak mengurungkan niatnya untuk menjual produk yang
sama, karena walaupun produknya sama dan harganya pun sama. Allah juga yang
mengatur rejeki umatnya, tanpa konsep ekonomi.
Kenapa saya memilih Abdul Kadir dan
Hamida sebagai responden saya, karena saya merasa mereka adalah orang yang
tepat untuk menjadi sumber penelitian pada tugas yang diberikan oleh Bapak
Dosen. Responden sendiri adalah kerabat dekat saya, yaitu kakak kandung saya.
Berdasarkan pada acuan tugas dari
dosen, kami ditugaskan untuk mencari permasalahan yang dihadapi oleh responden
dalam memasarkan produk yang dijual dan bagaimana cara mengatasi permasalahan
tersebut dengan berdasarkan ilmu ekonomi.
Demikian sedikit ulasan tentang
latar belakang dan materi yang akan dibahas pada makalah ini. Selamat belajar.
Jadikanlah sedikit materi ini sebagai ilmu yang bermanfaat di kehidupan kita. Wassalam
BAB II
PERMASALAHAN
A.
Permasalahan Umum (Pasar Persaingan Sempurna)
Berdasarkan
latar belakang yang telah dituliskan di atas, dapat diketahui bahwa masalah
lingkungan di sini adalah masalah umum dalam sistem pasar persaingan
sempurna. Yaitu masalah persamaan produk dan persamaan harga dengan banyak
pesaing atau pedagang lain yang menjual produk yang sama.
Pada pasar ini, permintaan dan penawaran bergerak
secara leluasa. Karena dalam pasar ini terdapat banyak penjual dan pembeli.
Sehingga harga yang terbentuk dikarenakan keinginan produsen dan konsumen. Karena
permintaan mencerminkan Konsumen dan Penawaran mencerminkan Produsen.
Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak
penjual dan pembeli. Artinya jumlah penjual dan pembeli sama-sama banyak, maka
harga tidak bisa dipengaruhi oleh satu penjual atau pembeli saja. Sehingga
penjual dan pembeli telah menerima tingkat harga yang terbentuk didalam pasar
sebagai suatu dantum atau fakta yang tidak dapat diubah.
Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan
bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun
berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan harga, ia akan rugi
sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya.
Dari permasalahan di atas, pedangan tersebut membuat
solusi sendiri, yaitu :
1.
Menambahkan jenis barang dagangan
seperti aksesoris penunjang sesuai jenis dagangan yaitu, manset, kerudung, dan
aksesoris lainnya.
2.
Memperbanyak jenis dagangan agar pembeli
akan lebih mudah mendapatkan barang yang diinginkan, tanpa mencari lagi ke pedagang lain.
3.
Membina hubungan baik dengan para
pembeli. Ini adalah cara paling efektif, karena dengan membina hubungan baik
dengan pembeli, maka pembeli akan senang untuk datang kembali dan mungkin akan
memperkenalkan kita dengan calon pembeli baru.
B.
Permasalahan Khusus (Permasalahan
Lingkungan dan Tata Letak Kios)
Setelah membahas permasalahan dalam pasar persaingan sempurna di
atas. Berikut juga ada permasalahan khusus, yaitu permasalahan lingkungan dan
tata letak kios.
Masalah lingkungan dan tata letak kios adalah salah satu masalah yang
dihadapi oleh pedagang di pasar. Masalah lingkungan berupa masalah cuaca dan
masalah tata letak kios yang kurang bagus. Masalah cuaca sangat berpengaruh,
apalagi pada saat cuaca hujan seperti pada saat ini.
Pada saat cuaca hujan, para pembeli akan berpikir dua kali untuk menuju ke
pasar untuk berbelanja. Hal ini menyababkan berkurangnya permintaan barang
kepada pedagang di pasar. Namun, untuk hal cuaca adalah urusan Tuhan. Begitu
pula rejeki manusia.
Mengacu pada cuaca dan rejeki adalah urusan Tuhan, maka Abdul Kadir dan
istrinya juga tidak pernah pesimis dalam hal rejeki. Walaupun juga diakui bahwa
hujan pun mengurangi pendapatan mereka.
Tata letak lokasi pun jadi hal yang penting. Karena tempat yang bagus dan
strategis akan mudah untuk mengundang pembeli. Namun, letak kios dari Abdul
Kadir tergolong kurang strategis dan jalanan di depan kios ada banyak lubang
yang jika hujan maka air akan tergenang. Menurut penjual, hal tersebut adalah
hal biasa. Jika pembeli sudah niat berbelanja di pasar berarti pembeli juga
sudah siap dan tahu bahwa di pasar tersebut kadang becek dan kotor. Hal
tersebut sebanding dengan keingina pembeli untuk membeli barang yang relatif
murah dibanding berbelanja di toko atau di mall.
BAB III
PEMBAHASAN
Saran Untuk
Mengatasi Masalah Yang Hadapi Abdul Kadir
Berdasarkan pada pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan
bahwa permasalahan yang dihadapi di atas merupakan permasalahan pada pasar
persaingan sempurna. Maka dari itu, akan saya jelaskan sedikit tentang pasar
persaingan sempurna.
A.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna dapat kita definisikan
sebagai struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini
adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi
barang atau jasa yang tertinggi (optimal) efisiensi. Dalam analisis ekonomi
sering dimisalkan bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Akan
tetapi dalam prakteknya tidaklah seperti itu, karena tidak mudah untuk
menentukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada
persaingan sempurna yang murni, yaitu ciri-cirinya, struktur pasar dari
berbagai kegiatan di sektor pertanian.
Adapun
ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :
1.
Perusahaan adalah pengambil harga
Yang dimaksud tersebut adalah (price taker) yaitu
perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga
pasar. Apapun tindakan perusahaan dalam pasar ia tidak akan menimbulkan
perubahan atas harga yang berlaku di pasar, karena harga barang ditentukan oleh
interaksi di antara keselluruhan produsen dan keseluruhan konsumen.
2.
Setiap perusahaan mudah keluar atau
masuk
Prosuden dapat masuk keluar sesuka perusahaan tersebut
tanpa ada hambatan yang diterima perusahaan tersebut dengan kata lain free
entry.
3.
Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan oleh satu produsen dengan yang
lainnya hampir sama, bahkan sulit untuk dibedakan. Barang yang dihasilkan oleh
satu produsen dengan produsen lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan
istilah idential atau homogenous. Karena barang tersebut sangat serupa maka
konsumen sulit untuk membedakan. Barang yang dihasilkan merupakan pengganti
sempurna kepada barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen yang lain.
Akibatnya tidak ada gunanya menggunakan strategi bukan harga atau nonprice
competition yaitu persaingan dengan menggunakan iklan atau promisi ini
merupakan cara yang tidak efisien.
4.
Terdapat banyak perusahaan di Pasar
Karena banyak terdapat perusahaan maka perusahaan
tidak dapat menentukan harga atau mengubah harga di dalam pasar. Sifat ini
mempunyai dua aspek yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing
perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan
perusahaan yang ada didalam pasar. Akibatnya yaitu sangat sedikti jumlah produksi
dalam industri tersebut.
5.
Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna
mengenai pasar
Konsumen mengetahui pengetahuan yang sempurna mengenai
pasar sempurna karena mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan
perubahan atas harga tersebut. Akibatnya produsen tidak dapat menjual barang
dagangannya kepada konsumen dengan harga tinggi.
Karakteristik pasar persaingan sempurna :
1.
Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
2.
Produk atau barang bersifat homogen/mirip.
3.
Kedudukan satu perusahaan dalam pasar sangat kecil sehingga tidak mampu
mempengaruhi pasar (hanya sebagai Price Taker).
4.
Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi
sempurna.
5.
Setiap perusahaan bebas keluar masuk pasar (industri).
Kekuatan pasar persaingan sempurna adalah sebagai
berikut :
•
Merupakan bentuk pasar yang ideal
•
Perusahaan berproduksi pada skala yang efisien dengan harga produk paling
murah
•
Output maksimum
•
Memberikan kemakmuran yang maksimal karena:
1.
Harga jual yang termurah
2.
Jumlah output paling banyak sehingga ratio output per penduduk maksimal
3.
Masyarakat merasa nyaman dan tidak takut ditipu karena informasi sempurna.
Adapun kelemahan pasar persaingan sempurna, yaitu :
•
Kelemahan dalam hal asumsi
Asumsi yang dipakai dalam pasar persaingan sempurna
mustahil terwujud.
•
Kelemahan dalam pengembangan teknologi
Dalam
jangka panjang perusahaan dapat laba normal sehingga apakah mungkin perusahaan
dapat melakukan kegiatan riset.
•
Konflik efisiensikeadilan
Dari beberapa penjelasan tentang pasar persaingan
sempurna dan masalah yang dihadapi oleh para pedagang secara umum.
Diketahui bahwa pasar persaingan sempurna memliki ciri-ciri, karakteristik,
kekuatan, dan kelemahan. Maka dari itu, untuk memperoleh keuntungan maksimum di
dalam pasar persaingan sempurna, ada dua hal yang harus diperhatikan :
- Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
2.
Hasil penjualan barang atau produk
Keuntungan maksimum dapat diperoleh apabila biaya produksi yang dikeluarkan
jauh lebih kecil dibanding harga jual barang. Hasil penjualan barang atau
produk yang banyak sudah pasti juga akan meningkatkan jumlah keuntungan
maksimum. Oleh karena itu, untuk memperoleh keuntungan maksimum adalah dengan
cara menekan sekecil-kecilnya biaya produksi dan juga dengan meningkatkan hasil
penjualan.
Demikianlah cara meningkatkan keuntungan dari sisi materi pasarpersaingan
sempurna. Namun ada juga cara dari sisi materi ekonomi mikro yang telah
saya pelajari, yaitu dari konsep permintaan (demand) dan penawaran (supply).
B.
PERMINTAAN (DEMAND)
Permintaan adalah keinginan yang
disertai dengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli barang yang
bersangkutan. Setiap orang boleh saja ingin kepada apapun yang diinginkannya,
tetapi jika keinginannya itu tidak ditunjang oleh kesediaan serta kemampuan
untuk membeli, keinginan itu pun hanya tinggal keinginan saja.
Hukum Permintaan
Hubungan
terbalik antara harga dan kuantitas, dapat dijelaskan oleh keadaan :Hubungan
anatar harga dan kuantitas yang diminta adalah berbanding terbalik (negatif).
Jika harga naik, kuantitas yang diminta akan turun, dan begitu pula sebaliknya,
hubungan yang demikian disebut dengan “Hukum Permintaan”.
(1) jika harga suatu barang naik, konsumen
akan mencari barang pengganti (subtitusi); (2) jika harga barang naik,
pendapatan merupakan pembatas bagi konsumen, maka pembelian barang akan
berkurang.
Kasus Pengecualian
Ada tiga
kasus dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku:
1.
Kasus Giffen
Penurunan harga barang X justru menyebabkan
jumlah barang X yang diminta konsumen semakin berkurang. Hal ini disebabkan income effect yang negatif bagi barang inferior yang sangat besar, sehingga subtitusi effect yang positif tidak dapat menutup income effect yang negatif tersebut.
2.
Kasus Spekulasi
Kenaikan harga barang justru akan diikuti
kenaikan permintaan akan barang tersebut, karena mempuyai harapan kenaikan
harga barang yang dibeli meningkat di masa yang akan datang.
3.
Kasus Barang-Barang Prestise
Semakin tinggi harga barang tersebut, semakin
tinggi tingkat kepuasan konsumen yang diperoleh atas naiknya unsur prestise.
Contoh: permata, mobil mewah, barang koleksi, dan lain-lain.
1.
Barang Pengganti (subtitusi) Kaitan barang yang satu dengan barang yang
lain dibedakan atas tiga golongan:
Barang yang dapat menggantikan fungsi dari
barang tersebut, seperti sepatu dengan sandal, daging sapi dengan ayam.
2.
Barang Pelengkap (komplemen)
Barang digunakan selalu bersama-sama dengan
barang lainnya, seperti mobil dan ban mobil, raket dan bola tenes, kopi dan
gula.
3.
Barang Netral
Apabila dua macam barangtidak memiliki kaitan
yang dekat, maka perubahan permintaan salah satu barang tidak akan mempengaruhi
permintaan barang lainnya.
Perubahan
permintaan berlaku apabila pendapatan berubah, maka barang tersebut dapat
dibedakan menjadi empat golongan:
1.
Barang Inferior
Barang yang banyak diminta oleh orang-orang
yang berpendapatan rendah. Apabila pendapatan tinggi, maka permintaan barang
inferior akan berkurang dan konsumen merubah pembeliannya dengan barang yang
lebih baik. Misalnya konsumsi jagung diganti dengan beras super. Sepeda diganti
dengan motor.
2.
Barang Esensial
Barang yang sangat penting artinya dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti kebutuhan pokok (beras, minyak
goreng, gula, dan lain-lan).
3.
Barang Normal
4. Barang MewahBarang yang mengalami kenaikan permintaan apabila pendapatan konsumen naik, seperti perabot rumah tangga, pakaian, dan lain-lain.
Barang yang dibeli oleh konsumen yang
berpendapatan relatif tinggi setelah
kebutuhan pokoknya terpenuhi, seperti emas, berlian ,mobil, itan dan lain-lain.
C.
PENAWARAN (SUPPLY)
Para penjual
akan memilih jumlah barang yang ditawarkan
yang dapat memaksimumkan laba mereka. Para penjual harus bersedia dan
mampu untuk menyediakan jumlah barang tersebut yang ditunjukkan oleh fungsi
penawarannya.
Pengertian
fungsi penawaran adalah suatu kurva atau skedul yang menunjukan hubungan antara
kuantitas suatu barang yang ditawarkan pada berbangai tingkat harga, ceteris paribus. Sepanjang suatu kurva
penawaran hanya harga dan kuantitas yang ditawarkan yang berubah-ubah.
Hukum Penawaran
Hubungan
antar harga dan kuantitas yang ditawarkan adalah searah (positif). Jika harga
naik, kuantitas yang ditawarkan semakin meningkat, hubungan yang demikian
disebut “hukum penawaran”.
Makin tinggi
harga suatu barang, makin banyak jumlah barang tersebut yang akan ditawarkan
oleh para penjual, sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin sedikit
jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual.
Berdasarkan materi konsep permintaan
dan penawaran di atas, dapat diketahui bahwa dari hukum permintaan, “jika harga
suatu barang naik, maka permintaan terhadap barang tersebut akan turun dan
sebaliknya jika harga barang turun, maka permintaan akan naik”. Dari hukum
penawaran, “jika harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat.
Jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun”. Maka untuk
meningkatkan keuntungan dari penjualan, ada cara, yaitu dengan cara menurunkan
harga, namun tetap di atas biaya produksi dan dengan jumlah penjualan yang
lebih banyak.
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari materi-materi di atas, dapat disimpulkan bahwa dari persoalan atau masalah
yang dihadapi oleh pedagang di pasar. Seluruhnya dapat diselesaikan dengan
teori ekonomi maupun ilmu umum yang diketahui oleh pedagang sendiri.
Dari permasalahan di atas, pedangan tersebut membuat
solusi sendiri, yaitu :
1.
Menambahkan jenis barang dagangan
seperti aksesoris penunjang sesuai jenis dagangan yaitu, manset, kerudung, dan
aksesoris lainnya.
2.
Memperbanyak jenis dagangan agar pembeli
akan lebih mudah mendapatkan barang yang diinginkan, tanpa mencari lagi ke pedagang lain.
3.
Membina hubungan baik dengan para
pembeli. Ini adalah cara paling efektif, karena dengan membina hubungan baik
dengan pembeli, maka pembeli akan senang untuk datang kembali dan mungkin akan
memperkenalkan kita dengan calon pembeli baru.
Solusi berdasarkan teori ekonomi antara lain :
A.
Teori pasar persaingan sempurna
untuk memperoleh keuntungan maksimum di
dalam pasar persaingan sempurna, ada dua hal yang harus diperhatikan :
1.
Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
2.
Hasil penjualan barang atau produk
Keuntungan maksimum dapat diperoleh apabila biaya
produksi yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibanding harga jual barang. Hasil
penjualan barang atau produk yang banyak sudah pasti juga akan meningkatkan
jumlah keuntungan maksimum. Oleh karena itu, untuk memperoleh keuntungan
maksimum adalah dengan cara menekan sekecil-kecilnya biaya produksi dan juga
dengan meningkatkan hasil penjualan.
B.
Teori permintaan dan penawaran
Berdasarkan
materi konsep permintaan dan penawaran di atas, dapat diketahui bahwa
dari hukum permintaan, “jika harga suatu barang naik, maka permintaan terhadap
barang tersebut akan turun dan sebaliknya jika harga barang turun, maka
permintaan akan naik”. Dari hukum penawaran, “jika harga naik, maka jumlah
barang yang ditawarkan akan meningkat. Jika harga turun, maka jumlah barang
yang ditawarkan akan turun”. Maka untuk meningkatkan keuntungan dari penjualan,
ada cara, yaitu dengan cara menurunkan harga, namun tetap di atas biaya
produksi dan dengan jumlah penjualan yang lebih banyak.
Daftar
Pustaka
Sumarsono, Sonny.
Permintaan dan Penawaran. Jakarta: Ekonomi Mikro
Fajar Buzz
Blog. Makalah Pasar Persaingan Sempurna. 2014. Makassar
http://fajarbuzz.wordpress.com/2013/04/02/makalah-pasar-persaingan-sempurna/
Kadir, Abdul
(narasumber langsung). 2013. Makassar
Maulana,
Nurul. Makalah Tugas Ekonomi Mikro. 2014. Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar