HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN
STIE
AMKOP
MAKASSAR
ARDI
NURDIN
13
01 069
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berisikan pembahasan singkat tentang Permintaan (Demand), Penawaran (Supply),
Teori Konsumen, dan Teori Produksi.
|
|
|
|
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Makassar,
Oktober 2013
Ardi Nurdin
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
PENDAHULUAN iii
BAB 1 PERMINTAAN (DEMAND) 1
A. FUNGSI PERMINTAAN 1 B. HUKUM PERMINTAAN 3
BAB 2 PENAWARAN
(SUPPLY) 6
A.
HUKUM
PENAWARAN 9
BAB 3 TEORI
KONSUMEN 12
A.
GARIS
ANGGARAN 12
B.
PERGESERAN
GARIS ANGGARAN 15
BAB 4 TEORI PRODUKSI 19
A.
BIAYA
EKONOMIS 19
ii
PENDAHULUAN
Ilmu ekonomi ada ilmu alam yang
semua orang pasti akan mempelajarinya secara langsung maupun secara tidak
langsung. Yaitu melelui proses kehidupan itu sendiri, setiap makhluk pasti akan
mengalami seluruh proses kegiatan ekonomi, seperti konsumsi, produksi, maupun
distribusi.
Makalah ini dibuat untuk memberi
bekal sekadarnya tentang ilmu ekonomi itu, melalui beberapa materi yang telah
diringkas, untuk lebih memahaminya. Beberapa materi tersebut yaitu tentang Permintaan (Demand), Penawaran (Supply),
Teori Konsumen, dan Teori Produksi.
Seluruh
materi tersebut telah diringkas dengan mengambil pokok-pokok materinya. Agar
pembaca dapat lebih mudah memahami setiap inti materi.
Demikianlah sedikit uraian materi
pada makalah ini. Selamat belajar. Jadikanlah sedikit materi ini sebagai ilmu
yang bermanfaat di kehidupan kita. Wassalam.
iii
BAB 1
PERMINTAAN (DEMAND)
Teori permintaan menerangkan
tentang sifat permintaan konsumen terhadap suatu barang yang disukai.
Permintaan timbul dari keinginan. Hal itu menunjukkan bahwa permintaan dan
keinginan merupakan dua hal yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sekalipun
demikian, tidak dapat diingkari bahwa keduanya itu behubungan erat. Namun pada
bab ini, lebih kepada pembahasan tentang permintaan.
Permintaan
adalah keinginan yang disertai dengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli
barang yang bersangkutan. Setiap orang boleh saja ingin kepada apapun yang
diinginkannya, tetapi jika keinginannya itu tidak ditunjang oleh kesediaan
serta kemampuan untuk membeli, keinginan itu pun hanya tinggal keinginan saja.
A.
Fungsi
Permintaan
Konsep permintaan digunakan untuk menunjukkan keinginan seorang
pembeli pada suatu pasar. Permintaan menerangkan tentang hubungan antara harga
dengan jumlah barang yang diminta. Berdasarkan hubungan tersebut dapat dibuat
grafik kurva permintaan.
Suatu permintaan pasar menunjukkan hubungan antara jumlah barang
yang diminta oleh konsumen di suatu pasar pada berbagai tingkat harga, cateris paribus. Jumlah barang yang
ingin dibeli konsumen selama periode waktu tertentu dituntukan oleh harganya,
pendapatan uangnya, harga barang-barang lain dan seleranya.Permintaan
perorangan atau masyarakat terhadap suatu barang ditentukan oleh beberapa
faktor, diantaranya: harga barang itu sendiri, harga barang lain berdasarkan
subtitusi terhadap barang tersebut, pendapatan rata-rata masyarakat, jumlah penduduk, dam ramalan keadaan di masa
yang akan datang.
Fungsi permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan
antara permintaan akan sesuatu barang dan semua faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Fungsi permintaan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Q = f
(harga, pendapatan, selera, harapan-harapan, ....)
Dengan mengubah-ubah harga barang/jasa yang dipertimbangkan untuk
dipilih, sementara pendapatan uang perorangan, selera, harga barang-barang lain
dianggap konstan (cateris peribus), maka diperoleh skedul permintaan perorangan
akan datang tersebut.
Permintaan adalah suatu skedul atau kurva yang menggambarkan
hubungan antara berbagai kuantitas suatu barang yang dimiliki konsumen pada
berbagai tingkat harga barang, cateris peribus. Penyajian secara kombinasi
harga kuantitas yang dipilih konsumen dapat disajikan dalam bentuk skedul,
grafik persamaan ditunjukkan tabel 2.1.
Tabel 2.1 Permintaan Barang X pada Berbagai Tingkat Harga
Titik
|
Harga / unit (Rp)
|
Jumlah yang diminta / bulan
|
A
|
1
|
9
|
B
|
2
|
6
|
C
|
3
|
4
|
D
|
4
|
3
|
E
|
5
|
2
|
Dengan meletakkan tiap
pasangan nilai pada suatu titik pada gambar dan menghubungkan titik-titiknya,
diperoleh liku permintaan perorangan akan barang X seperti terlihat dalam
gambar 2.1.
|
Harga
|
|
Jumlah yang diminta / bulan
|
Gambar 2.1 Kurva
Demand
B.
Hukum
Permintaan
Hubungan
terbalik antara harga dan kuantitas, dapat dijelaskan oleh keadaan : (1) jika harga suatu barang naik, konsumen
akan mencari barang pengganti (subtitusi); (2) jika harga barang naik,
pendapatan merupakan pembatas bagi konsumen, maka pembelian barang akan
berkurang.Hubungan
anatar harga dan kuantitas yang diminta adalah berbanding terbalik (negatif).
Jika harga naik, kuantitas yang diminta akan turun, dan begitu pula sebaliknya,
hubungan yang demikian disebut dengan “Hukum Permintaan”.
Kasus Pengecualian
Ada tiga
kasus dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku:
1.
Kasus Giffen
Penurunan harga barang X justru menyebabkan
jumlah barang X yang diminta konsumen semakin berkurang. Hal ini disebabkan income effect yang negatif bagi barang inferior yang sangat besar, sehingga subtitusi effect yang positif tidak dapat menutup income effect yang negatif tersebut.
2.
Kasus Spekulasi
Kenaikan harga barang justru akan diikuti
kenaikan permintaan akan barang tersebut, karena mempuyai harapan kenaikan
harga barang yang dibeli meningkat di masa yang akan datang.
3.
Kasus Barang-Barang Prestise
Semakin tinggi hargabarng tersebut, semakin
tinggi tingkat kepuasan konsumen yang diperoleh atas naiknya unsur prestise.
Contoh: permata, mobil mewah, barang koleksi, dan lain-lain.
1.
Barang Pengganti (subtitusi) Kaitan barang yang satu dengan barang yang
lain dibedakan atas tiga golongan:
Barang yang dapat menggantikan fungsi dari
barang tersebut, seperti sepatu dengan sandal, daging sapi dengan ayam.
2.
Barang Pelengkap (komplemen)
Barang digunakan selalu bersama-sama dengan
barang lainnya, seperti mobil dan ban mobil, raket dan bola tenes, kopi dan
gula.
3.
Barang Netral
Apabila dua macam barangtidak memiliki kaitan
yang dekat, maka perubahan permintaan salah satu barang tidak akan mempengaruhi
permintaan barang lainnya.
Perubahan
permintaan berlaku apabila pendapatan berubah, maka barang tersebut dapat
dibedakan menjadi empat golongan:
1.
Barang Inferior
Barang yang banyak diminta oleh orang-orang
yang berpendapatan rendah. Apabila pendapatan tinggi, maka permintaan barang
inferior akan berkurang dan konsumen merubah pembeliannya dengan barang yang
lebih baik. Misalnya konsumsi jagung diganti dengan beras super. Sepeda diganti
dengan motor.
2.
Barang Esensial
Barang yang sangat penting artinya dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti kebutuhan pokok (beras, minyak
goreng, gula, dan lain-lan).
3.
Barang Normal
4.
Barang MewahBarang yang
mengalami kenaikan permintaan apabila pendapatan konsumen naik, seperti perabot
rumah tangga, pakaian, dan lain-lain.
Barang yang dibeli oleh konsumen yang berpendapatan relatif
tinggi setelah kebutuhan pokoknya
terpenuhi, seperti emas, berlian ,mobil, itan dan lain-lain.
BAB 2
PENAWARAN (SUPPLY)
Konsep
penawaran digunakan untuk menunjukkan keinginan para penjual (produsen) di
suatu pasar. Jumlah barang yang ditawarkan seorang penjual berhubungang dengan
banyak faktor. Di antaranya yang terpenting: harga barang itu usaha dari
perusahaan tersebut dan tingkat teknologi yang digunakan.
Keadaan tersebut dapat dituliskan
dalam fungsi sebagai berikut:
Q
= F (harga, harapan pada masa datang, harga barang lain, ...)
Para penjual akan memilih jumlah
barang yang ditawarkan yang dapat
memaksimumkan laba mereka. Para penjual harus bersedia dan mampu untuk
menyediakan jumlah barang tersebut yang ditunjukkan oleh fungsi penawarannya.
Pengertian fungsi penawaran adalah
suatu kurva atau skedul yang menunjukan hubungan antara kuantitas suatu barang
yang ditawarkan pada berbangai tingkat harga, ceteris paribus. Sepanjang suatu kurva penawaran hanya harga dan
kuantitas yang ditawarkan yang berubah-ubah.
Penyajian secara kombinasi-kombinasi
harga-kuantitas yang dipilih dapat disajikan dalam bentuk skedul, grafik atau
persamaan, lihat tabel 2.2.
Tabel 2.2 Daftar Penawaran Barang “Y” Pada Berbagai Tingkat Harga
Titik
|
Harga / Unit (Rp)
|
|
|
A
|
1
|
0
|
|
B
|
2
|
3
|
|
C
|
3
|
4
|
|
D
|
4
|
5
|
|
E
|
5
|
6
|
Dengan
meletakkan tiap pasangan nilai pada suatu titik pada gambar dan menghubungkan
titki-titiknya, diperoleh kurva penawaran produsen akan barang Y, seperti
terlihat pada gambar di bawah ini.
|
Jumlah yang diminta / bulan
|
|
Harga / unit (Rp)
|
Gambar
2.2 Kurva Penawaran
A.
Hukum
Penawaran
Hubungan
antar harga dan kuantitas yang ditawarkan adalah searah (positif). Jika harga
naik, kuantitas yang ditawarkan semakin meningkat, hubungan yang demikian
disebut “hukum penawaran”.
Makin tinggi
harga suatu barang, makin banyak jumlah barang tersebut yang akan ditawarkan
oleh para penjual, sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin sedikit
jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual.
Perubahan
atau pergeseran kurva penawaran itu terjadi karena telah berubahnya
faktor-faktor yang menghubungkan kurva penawaran itu dengan harga maupun jumlah
yang ditawarkan. Adapun faktor-faktor yang dimaksudkan itu adalah:
a.
Jumlah pedagang
b.
Harga faktor produksi
c.
Harga barang alternatif
d.
Harapan pada pedagang (produsen) terhadap harga-harga mendatang
e.
Perubahan teknologi
Perubahan penawaran mengandung dua pengertian, yaitu perubahan meningkat (increase in supply) dari perubahan menurut (decrease in supply), yang masing-masing. Peningkatan penawaran maupun penurunan penawaran, memiliki dua pengertian pula,sebagai berikut.Inilah kelima faktor yang disebutkan diatas sebagai faktor-faktor yang menentukan hubungan antara kurva penawaran baik dengan jumlah yang di tawarkan maupun dengan harga. Berubahnya salah salah satu atau lebih dari ke lima faktor tersebut akan dapat menyebabkan terjadinya pergeseran kurva penawaran. Di akhir pembicaraan mengenai hal ini nanti akan di bicarakan pula mengenai pengertian pergeseran kurva penawaran itu, tetapi sekarang ini lebih dahulu akan di bicarakan mengenai kelima faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran itu.
Maksud meningkatnya penawaran (increase in supply) adalah :
a. Pada setiap
tingkat harga tertentu, akan ditawarkan jumlah yang lebih besar dari pada
jumlah yang ditawarkan sebelumnya; dan
b. Suatu jumlah
tertentu akan ditawarkan pada tingkat harga yang lebih rendah daripada tingkat
harga sebelumnya.
Sebaliknya, yang dimaksudkan dengan turunnya penawaran (decrease in
supply) adalah:
a. Pada suatu
tingkat harga tertentu akan di tawarkan jumlah output yang lebih sedikit
daripada jumlah yang di tawarkan sebelumnya; dan
b. Suatu tingkat
output tertentu akan ditawarkan pada tingkat harga yang lebih tinggi daripada
sebelumnya.
a. Elastis sempurna (perfect atau infinitive elastisity) adalah suatu keadaan ketika berapa pun jumlah barang akan ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu.Sebagaimana halnya elastisitas permintaan, elastisitas penawaran adalah: ukuran kepekaan tentang besarnya perubahan jumlah yang ditawarkan jika harganya berubah. Pengertian elastisitas penawaran tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: elastisitas penawaran adalah ratio (perbandingan) antara perubahan relatif jumlah yang ditawarkan dengan perubahan relatif harga. Dalam hal ini, elastisitas penawaran memiliki lima kriteria sebagai berikut:
a. Elastis sempurna (perfect atau infinitive elastisity) adalah suatu keadaan ketika berapa pun jumlah barang akan ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu.Sebagaimana halnya elastisitas permintaan, elastisitas penawaran adalah: ukuran kepekaan tentang besarnya perubahan jumlah yang ditawarkan jika harganya berubah. Pengertian elastisitas penawaran tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: elastisitas penawaran adalah ratio (perbandingan) antara perubahan relatif jumlah yang ditawarkan dengan perubahan relatif harga. Dalam hal ini, elastisitas penawaran memiliki lima kriteria sebagai berikut:
b. Elastis atau
relatif elastis (elastic atau relatively elastic) adalah suatu keadaan
ketika tingkat perubahan jumlah yang ditawarkan adalah lebih besar daripada tingkat
perubahan harga.
c. Elastisitas
satu (unit elastisity) adalah suatu
keadaan ketika tingkat perubahan jumlah yang ditawarkan sama dengan tingkat
perubahan harga.
d. Inelastis
atau relatif inelastis (inelastic
atau relatively inelastic) adalah
suatu keadaan ketika tingkat perubahan jumlah yang ditawarkan lebih kecil dari
pada tingkat perubahan harga.
e. Inelastis
sempurna (absolutely inelastic) atau
elastisitas nol (zero elasticity)
adalah suatu keadaan ketika jumlah yang ditawarkan tidak akan mengalami
perubahan sekalipun terjadi perubahan tingkat harga.
BAB 3
TEORI
KONSUMEN
Pilihan
konsumen untuk menjelaskan dan meramalkan barang-barang/jasa yang akan dipilih
oleh rumah tangga konsumen pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Konsep
ini dapat juga digunakan untuk menurunkan kurva permintaan akan barang/jasa.
A.
GARIS
ANGGARAN (BUDGET LINE)
Garis
anggaran (Budget line) adalah garis yang menunjukan jumlah barang yang dapat
dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran uang dan harga-harga komoditi
tertentu. Konsumen akan mampu untuk membeli sejumlah barang yang terletak
sebelah kiri garis anggaran. Titik-titik yang mendekati bagian sebelah kanan
menunjukkan pengeluaran yang semakin besar. Demikian pula sebaliknya.
Garis anggaran merupakan kendala
atas pola konsumsi konsumen, untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas.
Sedangkan pendapatan yang memiliki terbatas.
Garis
anggaran tersebut menunjukan semua kombinasi berbeda dari barang x dan y yang
dapat dibeli oleh konsumen dengan pendapatan (uang yang dimiliki sebesar Rp.
10.000,-) dan harga x dan y tertentu Maka fungsi anggaran :Misalkan
harga barang x =Rp .100,-/unit dan harga barang y=Rp. 50,-/ unit. Sedang
pendapatan konsumen sebesar Rp 10.000/hari dan seluruh pendapatan itu
dibelanjakan untuk beli barang x dan y. Maka garis anggaran ditunjukan oleh
garis budget lines = I = Rp 10.000,-. Dan bila dibelikan barang x semua akan
memperoleh 100 unit. Dan bila dibelikan barang y semua juga akan memperoleh 200
unit.
I = Px . X + Py . Y, dimana Rp 10.000,- = 100x + 50y
Geometri Garis Anggaran
Misalkan
seorang konsumen mengeluarkan uang sebanyak I=30, untuk konsumsi nonton film
dan membeli minuman soda setiap minggunya. Harga tiket nonton film di gedung
bioskop sebesar Pm = 6 dan minuman soda sebesar Ps = 3.
Berdasarkan nformasi pasar ini, di
dalam tabel 3.1 ditunjukkan beberapa gabungan nonton film di gedung bioskop dan
minuman soda yang dapat dibeli oleh uang (30,-) yang dimiliki konsumen
tersebut.
Tabel 3.1 Gabungan
Konsumsi Nonton Film dan Minuman Soda yang dapat dibeli Konsumen.
Titik
Gabungan
|
Movie
|
Soda
|
||
Konsumsi
|
Kuantitas
|
Pengeluaran
($)
|
Kuantitas
|
Pengeluaran
($)
|
A
|
0
|
0
|
10
|
30
|
B
|
1
|
6
|
8
|
24
|
C
|
2
|
2
|
6
|
18
|
D
|
3
|
18
|
4
|
12
|
E
|
4
|
24
|
2
|
6
|
F
|
5
|
30
|
0
|
0
|
Berdasarkan tabel 3.1 dapat
digambarkan dengan menggabungkan titik-titik A, B, C, D, E, dan F yang
menggambarkan gabungan konsumsi nonton film di bioskop dan minuman soda. Garis
yang menghubungkan titik-titik tersebut adalah garis anggaran pengeluaran dan barang
(budget line) yang dapat dibeli, ditunjukkan gambar 3.1 berikut.
|
Soda
|
|
Movies
|
Gambar 3.1 Pengeluaran untuk
Konsumsi Nonton Film dan Soda
Titik-titik pada garis tersebut
menggambarkan gabungan konsumsi nonton film dan soda yang dapat dibeli dengan
menggunakan uang yang ada di tangan konsumen, yang terbatasi oleh garis
anggaran (budget line).
B. PERGESERAN GARIS ANGGARAN
Perubahan
harga atau pendapatan akan mempengaruhi garis anggaran pengeluaran. Apabila
harga salah satu barang naik, sedangkan harga barang lain tetap, maka jumlah
barang yang dibeli berkurang seolah-olah pendapatan konsumen berkurang. Maka
garis anggarang bergerak ke kiri. Sebaliknya, jika harga barang turun, maka
barang yang dibeli lebih banyak. Garis anggaran bergeser ke kanan. Perubahan
garis anggaran yang disebabkan perubahan pendapatan dengan asumsi harga kedua
barang tersebut tetap.
PILIHAN KONSUMEN
Teori perilaku konsumen mencoba
menerangkan tentang tindakan manusia dalam memuaskan kebutuhannya, dikaitakan berbagai
kendala yang membatasi konsumen memenuhi kebutuhan berupa barang dan jasa yang
terbatas sifatnya.
Tingkah laku konsumen dalam
menetapkan pola pilihannya menggunakan konsep preferesi bahwa jika seseorang
lebih menyukai barang X dari pada Y, berarti segala kondisi dibawah pilhan X
disukai daripada kondisi dibawah Y. Ada dua hubungan preferensi yaitu :
1. Kelengkapan
(empleteness)
2. Transitifitas (transsitivity)Jika barang
X dan Y merupakan dua kondisi maka setiap konsumsen harus dapat
menspesifikasikan apakah X lebih disukai daripada Y, Y lebih disukai daripada
X, atau X dan Y sama-sama disukai. Dan jelek sehinnga dapat menentukan
pilihannya diantara dua barang tersebut.
Jika konsumen lebih menyukai barang A daripada barang B dan lebih
menyukai B daripada C, maka yang lebih disukai harus A daripada C. Maka
konsumen preferensinya tidak saling bertentangan.
Pendekatan
Perilaku Konsumen
Ada dua pendekatan untuk
menerangkan mengapa konsumen berperilaku seperti yang dinyatakan oleh Hukum Permintaan:
a. Pendekatan Marginal Utility
Pendekatan Marginal Utility ini merupakan determinan dari Utility (total Utility) yang menganggap
kepuasan konsumen yang diperoleh dari konsumsi barang/jasa dapat diukur dengan
satuan uang atau dengan satuan tertentu (pengukuran kardinal), seperti 10
porsi, 100 kg, dan lain-lain.
b. Pendekatan
Indeference Curve
Pendekatan
kurva indiference (kurva selera) ini
menganggap bahwa kepuasan atau utilitas yang diperoleh konsumsi atas pembelian
barang/jasa dapat diukur dengan tingkatan tertentu (ordinal), seperti sangat
puas, sangat suka, dan lain-lain.
A.
Pendekatan
Utility (Kardinal)
Asumsi yang
digunakan dalam perdekatan ini adalah:
Dalam pendekatan nilai guna kardinal menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari pembelian barang-barang dan jasa dapat diukur dengan satuan tertentu, seperti berat, tinggi, rupiah dan lain-lain. Manfaat atau keputusan yang diperoleh konsumen tersebut dapat dinyatakan secara kuantitatif atau dapat diukur.
Dalam pendekatan nilai guna kardinal menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari pembelian barang-barang dan jasa dapat diukur dengan satuan tertentu, seperti berat, tinggi, rupiah dan lain-lain. Manfaat atau keputusan yang diperoleh konsumen tersebut dapat dinyatakan secara kuantitatif atau dapat diukur.
1.
Kepuasan dapat diukur satuan tertentu (kardinal).
2.
Berlakunya hukum Gossen (law of
diminishing marginal utility),yaitu semakin banyak suatu barang yang
dikonsumsi maka tambahan keputusan (marginal utity) yang diperoleh dari setiap
santun tambah yang dikonsumsikan akan menurun.
3.
Kosumen selalu bertindak rasional dalam arti menggunakan
pendapatannya yang tertentu atau terbatas untuk pencapai kepuasan yang maksimun
dengan tunduk pada kendala anggaran yang dimiliki.
Dalam teori
ekonomi kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsikan barang dinamakan nilai
guna (utility). Dalam hal in nilai guna dibedakan atas nilai guna total dan
nilai guna marginal atau batas
Nilai guna
total adalah jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsikakan
barang tertetu.Sedang nilai guna marginal adalah penambahan dari satu unit
barang yang dikomsumsi per satuan waktu.
B.
Pendekatan
Kurva Indeference (Ordinal Curve Approach)
|
17
|
Kurva Indeference adalah satu
kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi (pembelian) dua macam barang yang
memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi konsumen. Untuk dapat menerangkan
perilaku konsumen dengan pendekatan ini diperlukan beberapa asumsi yaitu :
1. Konsumen
berusaha memaksimumkan kepuasan.
2. Kepuasan
konsumen tidak dapat diukur secara kardinal tetapi dapat diperbandingkan.
3. Konsumen
mempunyai pola pilihan atau preferensi
akan barang dan jasa yang diinginkan.
4. Konsumen
mempunyai marginal rate of subtitution
yang menurun untuk suatu tingkat utilitas.
Kurva
indeferen menggambarkan
preferensi konsumen, artinya konsumen tidak akan lebih suka kepada atau titik
mendekati origin dibanding titik-titik lain pada kurva tersebut. Skala preferensi adalah suatu sistim
atau serangkaian aturan untuk menentukan pilihan.
BAB 4
TEORI PRODUKSI
Biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan output tertentu merupakan nilai yang harus dikorbankan (hilang)
dari alternatif penggunaan dalam proses produksi.. input yang digunakan untuk
memproduksi output tersebut sering disebut biaya oportunis.
Opportunity cost (biaya oportunis)
merupakan biaya suatu faktor produksi yang memiliki nilai maksimum yang
menghasilkan output dalam suatu penggunaan alternatif.
Biaya produksi ini disebut pula
suatu faktor produksi yang produktif digunakan untuk produksi ouput merupakan
nilai dari kesempatan (opportunity) dari faktor ini untuk kegiatan lain.
Biaya produksi perusahaan dapat
diartikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh
faktor-faktor produksi yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang
diproduksikan perusahaan tersebut.
A.
BIAYA
EKONOMIS
Biaya
ekonomis terdiri dari 2(dua): Biaya perusahaan merupakan faktor
produksi yang penggunaan alternatifnya yang terbaik. Persediaan sumber ekonomi
yang terbatas jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan manusia, maka jika suatu
perusahaan menggunakan sumber-sumber produksi untuk menghsilkan suatu produksi
akan memilih penggunaan biaya yang paling mengguntungkan.
1.
Biaya privat(biaya internal)
Biaya internal (biaya privat)adalah biaya
yang ditanggung individu yang memproduksi atau mengkonsumsi suatu barang
2.
Biaya eksternal
Biaya eksternal adalah biaya yang ditanggung
oleh masyarakat yang secara tidak langsung ikut memproduksi dan mengkonsumsi
suatu barang .
Biaya yang paling menguntugkan
merupakan internal ekonomis daripada perusahaan itu yang harus dipilih dalam
kegiatan produksinya.
Pengertian internal ekonomis
adalah penhematan atau penurunan biaya produksinya saat output yang dihasilkan
bertambah.
Sebab-sebab
terjadinya internal ekonomis dijelaskan sebagai berikut :
a.
Labour ekonomic
labour economic merupakan prinsip daripada
pembagian kerja (divisi on of labour). Jika tetap buruh memusatkan perhatiannya
pada sebuah pekerjaan yang kecil dalam produksi suatu barang ,maka produksi
akan bertamabah naik dan tercapailah efisiensi yang lebih besar yaitu:(1)
penghematan waktu untuk pindah dari satu pekerjaan lain ;dan (2) penemuan
mensin-mesin yang digunakan untuk menggantikan tenaga buruh.
b. Internal ekonomis terdapat juga karena
penggunaan mesin-mesin besar yang memerlukan biaya per unit hasil produksi akan
turun dengan naiknya jumlah output. Dengan turunnya biaya pe unit maka
keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan akan bertambah sebesar penurunan
biaya per unit.Technical
Economies
c.
Marketing Economies
Jika hasil produksi diperbesar, dan
penggunaan biaya pemasaran tidak seberapa naiknya dengan kenaikan hasil
produksi tersebut, maka biaya pemasaran per unut akan turun.
d.
Managerial Economies
Managerial economies yaitu keuntungan yang diperoleh perusahaan
yang diakibatkan kecakapan manajer dari perusahaan tersebut.
Dalam teori ekonomi mikro, produsen
dianggap sebagai unit produktif dari masyarakat yang terlibat mengubah
sumber-sumber daya (resource) menjadi barang-barang konsumsi akhir.
Perusahaan adalah suatu organisasi
yang membeli dan menyewa sumber-sumber daya, memproduksi melalui suatu proses
produksi dan kemudian menjual barang dan jasa yang dihasilkannya tersebut
kapada pihak lain.
Perusahaan sering disebut produsen,
yaitu suatu unit ekonomi yang memproduksi barang-barang konsumsi akhir.
Produsen berada dalam kondisi pasar
yang sempurna, artinya dalam penawaran keuntungan maksimun dapat dicapai dengan
dua cara : Asumsi yang digunakan dalam teori
produksi adalah : produsen bertindak secara rasional yaitu produsen berusaha
mencapai keuntungan yang maksimum. Produsen mempunyai pengetahuan yang
sempurna, terutama tentang output yang dihasilkan.
1.
Menekan biaya seminal mungkin pada faktor-faktor produksi yang
digunakan dalam proses produksi;.
2.
Memaksimalkan tingkat produksi dari faktor produksi yang
digunakan.
Dalam usaha untuk mencapai keuntungan maksimal, ada dua
Keputusan
yang harus diambil oleh produsen:
1.
Berapa output yang harus dihasilkan;
2.
Berapa dalam kondisi yang bagaimana faktor produksi yang
digunakan.
Ada dua
pendudukan dalam teoriprodksi yaitu:
1.
Fungsi produksi dengan satu input variabel.
2.
Fungsi produksi dengan dua input variabel.
Fungsi produksi
yang berhubung dengan pasar, jangka waktu yang digunakanada 2 (dua) yaitu :
1.
Jangka waktu yang sangat pendek (short run), artinya yang
menunjukkan situasi produksi autputnya dapat berubah tetapi variabel faktor
produksinya tidak berubah/tetap.
2.
Jangka panjang (long run), artinya semua variabel produksi dapat
berubah baik autput maupun faktor produksi yang digunakan.
Dalam fungsi produksi berlaku hukum pertambahan hasil yang semakin
berkurang (the law of Deminishing return), yang menyatakan bahwa input dapat
berubah-ubah dalam kegiatan produksi, maka setelah mengalami titik tertentu
tambahan output total yang dihasilkan dari setiap unit tambahan input variabel
akan menurun.
Faktor produksi
yang dapat diubah jumlahnya (seperti tenaga kerja, bahan baku) terus menerus
ditambah sebanyak satu unit , maka pada mulanya produksi total akan semakin
banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi
tambahan akan semakin berkurang, dan akhirnya mencapai nilai negatif. Hal ini
menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai
tingkat maksimum dan kemudian menurun.
Dalam teori ini
digunakan dua jenis faktor produksi dimana satu faktor produksi dianggap
sebagai faktor produksi variabel dan faktor produksi lainnya dianggap tetap.
Fungsi produksi
dengan input satu variabel menggambarkan konsep produksi yang penting. Hubungan
antara satu input variabel dengan output digambarkan dengan kurva-kurva total
product (TP), margianl product (MP) dan average product (AP).Dan hubungan input
variabel tersebut (satu input) dengan output yang dihasilkan dapat dinyatakan:
Q=f (L)
Dimana: Q =
output yang dihasilkan
Hubungan tingkat
produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat terjadi dalam tiga
kondisi ,yaitu:
L = imput variabel tenaga kerja
1.
Tahap pertama, produksi
mengalami pertambahan yang semakin cepat;
2.
Tahap kedua, produksi total
penambahannya semakin lama semakin kecil;
3.
Tahap ketiga, produksi
total semakin lama semakin semakin berkurang.
DAFTAR PUSTAKA
Ekonomi
Mikro oleh Sonny Sumarsono (Permintaan
dan Penawaran, hal 21 - 50).
Pengantar
Teori Ekonomi oleh Suherman Rosyidi (Permintaan
dan Penawaran, hal 289).
Ekonomi
Mikro oleh Sonny Sumarsono (Teori
Pilihan Konsumen, hal 59 – 85).
Ekonomi
Mikro oleh Sonny Sumarsono (Teori
Produksi hal 115 – 119 dan Biaya
Produksi hal 151 – 154).
|
iv
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar